fight like a tiger, win like a champion

Berikut link untuk mengunduh file tugas rantek Made Ekalaya F14100072: http://www.4shared.com/archive/AE0QNyJl/madeprathistaya10.html.

Klik unduh, lalu pilih yang unduh gratis (klik saja walaupun warnanya abu-abu, terlihat tidak bisa diklik).

December 3rd, 2013 at 7:46 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

NAMA: MADE EKALAYA PRATHISTHAYA

NIM:F14100072

LASKAR 16

PANJI 3

Cerita yang menginspirasi saya yang saya ceritakan ini merupakan cerita dimana cerita ini menjadi pelajaran sekaligus guru bagi diri saya. Dimana arti sebuah keluarga, arti persahabatan, arti dari pengorbanan, semuanya menjadi satu. Walaupun tampak sederhana, tetapi saya merasakan betapa berartinya satu nyawa dari setiap mahluk dan termasuk perasaannya. Cerita ini mengishkan mengenai peliharaan saya, seekor kucing. Kucing saya, bernama Poni. Saya menemukan Poni setelah Dia dilahirkan dibawah tempat tukang sayur berjualan. Waktu itu dia masih bayi. Tetapi sayang, Ibunya telah meninggalkan Dia entah kemana. Saya merasa iba. Tapi Saya tidak bisa membawanya pulang sehingga dia saya biarkan. Sesampainya di rumah Saya yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari tempat tukang sayur tersebut, ternyata anak kucing tersebut telah dibelakang Saya mengikuti sejak dari tempat sayur tersebut. Bulunya yang berwarna hitam putih, tertutup tanah kerena telah lama di pinggir jalan dan bau membuat Saya malas untuk melihatnya. Tetapi semua perasaan itu tertahan seketika saat saya mengingat Dia pun termasuk ciptaannya yang pasti memiliki fungsi dan tujuan tertentu yang tidak kita ketahui. Hanya yang diataslah yang mengetahuinya. Setelah itu Saya mandikan Dia dan kamipun menjadi dua mahluk bersahabat. Pada awalnya bukanlah Saya yang memberinya nama poni. Rentang waktu yang panjang selama Saya memeliharanya membuat beberapa hal yang membuat Saya jengkel terhadap Dia. Seperti mencuri makanan. Membuang air sembarangan, dan masih banyak lagi hal yang membuat Saya jengkel. Tetapi hal itu tetap membuat Saya mencintainya. Dia diberi nama Poni karena Ibu Saya yang memberikan nama itu. Setelah tiga bulan lamanya, Poni tumbuh menjadi kucing yang bisa dibilang remaja. Walaupun begitu kerjaannya hanya tidur, makan, dan bercanda dengan Saya. Setiap Saya pulang, Poni selalu menghampiri Saya dengan berlari. Kami bermain bersama selayaknya dua orang sahabat. Lalu seiring waktu berjalan, Poni kian besar dan menjadi seekor kucing jantan dewasa. Dia tidak lagi senang bercanda. Setiap pulang kerumah hanya mencari makan lalu pergi lagi. Saya sempat bertanya sendiri ada apa dengan kau Poni. Setiap pulang tubuhnya luka-luka. Dia sekarang tidak lagi suka bercanda. Sampai pada suatu saat, Poni bersikap manja pada Saya. Ada apa lagi gerangan. Aneh namun membuat perasaan sayang Saya kepada Dia timbul kembali. Hari itu merupakan hari terakhir saya melihat Dia manja. Sudah lima minggu Saya tidak melihat Dia pulang. Entah kenapa keluarga Saya pun bertanya-tanya. Padahal selama ini mereka Saya kira tidak menyayangi Poni. Kenapa mereka tiba-tiba merasa peduli. Pada suatu pagi Saya terbangun dan melihat kedatangan seekor kucing yang kurus kering dan terlihat dari cara berjalannya dia sedang sekarat. Segera saya periksa keadaannya. Dia membuang air ketika dia duduk dimanapun dia berada. Mulutnya tidak sebau selama ini yang seperti biasanya. Mulutnya berbau amis dan menyengat. Entah apa yang terjadi terhadap Poni. Setelah keesokannya dia telah mengeras, terbujur kaku. Tak ada hembusan napas terdengar dari hidugnya. Hari itu Poni meninggal. Entah apa yang telah tega membuatnya seperti itu. Tetapi Saya tidak boleh menghakimi seperti itu. Memang sudah jalannya seperti itu. Poni persis dikubur didepan rumah Saya dan Dia merupakan peliharaan yang menurut Saya peliharaan sejati.

August 27th, 2010 at 8:44 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

NAMA: MADE EKALAYA PRATHISTHAYA

NIM:F14100072

LASKAR 16

PANJI 3

Cerita ini menceritakan teman Sayabernama Sangga. Sebenarnya kami bukanlah teman. Kami adalah kedua sahabat. Kami berkenalan saat kami kelas 1 SMP. Kami Akrab pada saat duduk dikalas 2 SMP. Yang membuat Kami bersahabat adlah ketika Kami menyenangi satu jenis hal yang sama. Kami sama-sama menyenangi cerita Naruto. Kamipun berteman dengan teman-teman yang lain. Dan kamipun bersaing terhadap nilai masing-masing. Tapi yang membuat perbedaan diantara Kami adalah cara belajar kami. Dia senang belajar sambil mendengarkan musik. Tapi kalau Saya tergantung musik apa dulu. Bila musik klasik baru saya mau belajar ditemani dengan musik. Kami berjuang bersama. Tetapi sesungguhnya yang berjuang lebih keras adalah Dia. Karena dia seorang ketua kelas. Walaupun dia tidak cerdas dan biasa-biasa saja, tetapi dia terus berjuang dan gigih untuk menjadi seorang juara 1. Di akhir semester, ketika ulangan telah dilaksanakan, dia tidak mendapat juara 1. Tapi itu tidak membuatnya untuk berhenti mangangkatnya menjadi juara 1. Tetapi sampai semester kedua dia mendapat juara dua. Itu tidak membuatnya puas walaupun ia tetap bersyukur. Semangat dialah yang membuat Saya terpacu dan belajar lebih baik untuk bisa menyaingi dan kalau bisa melewati dia. Pada saat kami kelas tiga, kami di kelas yang berbeda. Walau begitu Kami tidak putus komunikasi. Kamipun berjanji pada diri kami bahwa kami harus masuk ke SMA favorit yang kami mau. Saya tidak mendapat SMA favorit Saya. Namun dia bisa mendapatkan SMK yang dia mau yaitu SMK TELKOM. Semangatnya selama ini untuk masuk SMK dan berjuang di SMK tersebut membuat Saya tidak mau kalah. Dia menurut Saya adalah inovator sebaya yang merupakan memang dijodohkan dengan Saya. Pada saat menjelang ujian nasional kami merencanakan untuk belajar bersama. Menjelang UN Dia belum bisa menguasai logaritma. Padahal beberapa persen UN adalah bab logaritma. Tetapi dia tetap tenang dan yakin bisa. Kamipun berjanji untuk masuk ptn favorit. Saat itu dia memilih STT telkom. Pada saat kami berdua lulus UN, kami berdua fokus untuk mencari PTN. Dia gagal dalam mencari STT TELKOM. Tetapi Saya telah memutuskan untuk mengambil USMI di IPB. Tidak mau mencoba tes lain. Sejak itu dia bingung untuk kuliah dimana. Tidak berhenti sampai disitu. Dia berusaha untuk tembus SNMPTN. Akhirnya doanya terjawab. Dia diterima di fakultas Teknik Industri yang Saya tahu bahwa fakultas tersebut merupakan fakultas favorit. Tiba-tiba setelah pengumuman itu, Bapaknya meninggal. Menurut Saya dia cukup terpukul. Tapi Saya tahu bahwa dia berpikir tidak boleh menyerah terhadap keadaan.

August 27th, 2010 at 8:38 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

pelatihan di cyber padi

July 20th, 2010 at 11:53 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink